7 Tips Pemasangan Batu Alam untuk Dinding Eksterior

Dinding Eksterior Batu Alam – Dinding memiliki peran penting bagi sebuah bangunan. Tidak sekedar berfungsi sebagai pembatas, tetapi lebih dari itu, dinding memberikan keamanan, kenyamanan, kesehatan, kebebasan, dan keindahan bagi sebuah bangunan dan para penghuninya.

Berdasarkan fungsinya, dinding digolongkan menjadi dua, yaitu dinding eksterior dan dinding interior. Komposisi dinding eksterior harus kuat. Selain itu juga harus indah dan tahan terhadap cuaca apapun. Factor cuaca bisa dijadikan acuan dalam memilih jenis batu alam yang akan digunakan. Sementara itu, dinding interior cenderung disesuaikan dengan selera penghuni tanpa mempertimbangkan factor cuaca, sehingga dapat memilih jenis batu alam yang berpori-pori atau porositas, seperti batu paras jogja, batu palimanan, dan lain-lain.

Jenis Batu Alam yang Cocok Untuk Dinding Eksterior

  • Batu Andesit

Batu andesit adalah batu yang paling digunakan untuk eksterior rumah, karena teksturnya yang keras, padat, dan tahan terhadap cuaca. Batu ini juga tidak berpori-pori sehingga tidak akan mudah berlumut dan berjamur.

Secara umum, batu andesit ini berwarna abu-abu. Hanya saja ada sedikit sentuhan warna sesuai dengan asalnya, seperti andesit cibereum (abu-abu kemerahan), andesit cipanca (abu-abu muda), andesit gunung haur (abu-abu tua bintik kasar), andesit cilimus (abu-abu tua berbintik halus), dan andesit sukamandi (abu-abu kehijauan).

Untuk motifnya sendiri, batu andesit memiliki berbagai macam seperti motif polos, diagonal, alur lurus, alur cacing, alur catur, rata bakar, susun sirih, dan Napoli. Batu andesit cocok untuk digunakan pada rumah yang bergaya apapun, baik yang minimalis maupun tradisional sekalipun.

  • Batu Palimanan

Sesuai dengan namanya, batu yang berasal dari Palimanan Cirebon ini memiliki karakter batu yang mirip dengan batu paras jogja. Hanya saja tingkat kekerasannya lebih rendah atau lebih empuk dibanding paras jogja. Sedangkan untuk teksturnya yang lembut dan tingkat porositasnya sama dengan batu paras jogja.

Untuk pengaplikasiannya, semua sama dengan batu paras jogja. Namun, untuk batu palimanan ini perlu diperhatikan untuk serat batunya agar tampilannya tetap menawan. Perbedaan antara batu palimanan dengan batu paras jogja terletak pada warnanya. Batu palimanan berwarna cokelat. Jika diibaratkan sebagai kayu, maka batu paras jogja seperti kayu kamper, sedangkan batu palimanan seperti kayu jati.

Batu palimanan memiliki beberapa motif, diantaranya motif polos, diagonal, alur lulus, alur cacing, alur catur, susun sirih, dan Napoli. Sama halnya dengan batu andesit, batu palimanan juga tidak memiliki pori-pori sehingga tidak mudah berlumut dan berjamur.

  • Batu Candi

Batu candi adalah jenis batuan beku yang terbentuk dari lava yang membeku pada saat keluar ke permukaan bumi. Batu candi banyak ditemukan di daerah gunung Cirebon, Majalengka, dan daerah timur Pulau Jawa. Ciri-ciri batu candi adalah berwarna gelap, berpori, dan solid.

Ada beberapa jenis batu candi yang sangat keras seperti batu andesit karena sudah tertimbun lama dalam tanah. Adapun batu candi yang berpori dan memiliki tingkat kekerasan sedang adalah batu candi yang merupakan hasil pembekuan lava yang cenderung baru.

Keunikan batu candi dibanding batu lainnya membuat batu ini menjadi pilih utama di kalangan pengguna. Karakter utama baru candi adalah mudah menyerap air karena berpori besar. Apabila terkena air, warna batu menjadi lebih hitam dari biasanya. Tekstur batunya juga sangat kasar.

dengan karakter tersebut, baru candi ini sebenarnya lebih cocok untuk interior, bukan eksterior karena potensi tumbuhnya lumut sangat tinggi. Jika ingin menggunakan batu candi pada eksterior rumah maka batu harus diberi coating khusus dengan warna transparan.

  • Batu Paras Jogja

Batu paras jogja banyak ditemukan di daerah dengan lapisan tanah kapur seperti Wonosari, Yogyakarta. Keunikan batu paras jogja adalah warnanya yang putih seperti salju. Sebenarnya batu paras jogja memiliki 2 warna, yaitu putih dan krem.

Batu ini memiliki tekstur lembut dan tingkat porositasnya tinggi, sehingga mudah ditumbuhi lumut. Sama dengan batu candi, batu ini lebih cocok diaplikasikan pada interior dibandingkan dengan eksterior. Hal penting yang perlu diperhatikan saat pemasangan adalah gunakan adukan semen yang lembek agar batu dapat terikat kuat pada dinding.

Jika anda ingin mengaplikasikan batu paras jogja di luar rumah, maka pastikan untuk melakukan coating setiap 3 bulan sekali agar lumut tidak tumbuh di permukaan batunya. Batu ini memiliki motif polos, diagonal, alur lurus, alur cacing, alur catur, susun sirih, dan Napoli.

  • Batu Templek

Batu ini dinamakan batu templek atau batu lempek karena batunya menyerupai lempengan tipis. Penggunaan batu templek memang memberi kesan alami pada rumah anda dan seperti menyatu dengan alam.

Karakter batu ini memiliki kepadatan yang tinggi, porositas rendah, dan tahan terhadap cuaca panas sehingga sangat cocok jika diaplikasikan pada bagian eksterior rumah seperti dinding teras, pagar, jalan setapak, dan lantai rumah.

Pemasangan batu templek ini sangat fleksibel, namun khusus untuk aplikasi batu dengan bentuk yang tidak beraturan harus hati-hati agar polanya tetap terlihat menarik. Ada 3 motif yang terkenal di pasaran, yaitu motif tidak beraturan, polos, dan susun sirih.

7 Tips Pemasangan Dinding Eksterior Batu Alam

1. Full Batu Templek

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – full batu templek

Di pasaran, harga batu templek lebih terjangkau dibandingkan batu andesit dan palimanan. Namun, bukan berarti yang ekonomis penampilannya kurang maksimal. Terbukti pada desain dinding yang menggunakan batu templek hitam (garut).

Pola pemasangan acak dengan finishing rata alam membuat dinding tampil mewah secara keseluruhan. Selain itu, penghuni rumah sangat kreatif menggunakan pola pemasangan batu alam yang bervariasi pada dinding, lantai utama, dan lantai pojok yang menggunakan batu brojol. Batu ini unik karena jika terkena air atau hujan, batu tempek terlihat sangat nyata, seolah-olah baru selesai di-coating.

2. Palimanan Setara Marmer

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – palimanan setara marmer

Berbeda dengan batu jampang, batu palimanan merupakan salah satu jenis batu yang mudah dibentuk, di-finishing, dan diaplikasikan untuk berbagai gaya rumah. Terbukti dengan aplikasi batu palimanan pada dinding rumah ini.

Untuk menutup dinding dengan batu berukuran besar, digunakan batu marmer. Namun, batu palimanan yang harganya jauh lebih murah pun dapat menggantikan posisi batu marmer. Tak heran jika batu palimanan merupakan salah satu jenis batu alam yang paling laris karena bisa diaplikasikan untuk eksterior maupun interior.

3. Dinding Berhias Batu Candi

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – dinding berhias batu alam

Pola pemasangan timbul tenggelam batu candi pada fasad rumah bergaya tropis-minimalis ini dimaksudkan untuk “pertunjukan” malam hari. Batu candi berukuran 15 cm x 15 cm sangat eye catching bagi siapa saja yang melintasi rumah dengan taman minimalis ini.

4. Mengambil Alih Fungsi Cat

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – mengambil alih fungsi cat

Batu koral sikat yang selama ini lebih banyak diaplikasikan untuk lantai carport dan taman, justru digunakan sebagai pengganti cat tembok. Kelebihannya lebih tahan lama dibandingkan dengan cat, tetapi pemasangannya cukup rumit sehingga harus dikerjakan oleh tukang yang sudah ahli dalam bidangnya.

5. Bersanding dengan Glassblock

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – bersanding dengan glassblock

Rumah bergaya modern minimalis ini ternyata masih menggunakan “jasa” batu alam untuk melengkapi tema yang diinginkan. Padahal batu candi telah ribuan tahun digunakan untuk membuat candi. Pasangan batu candi yang berukuran 40 cm x 40 cm akan terlihat kaku, sehingga ditanam beberapa jenis tanaman pada bagian depannya. Selain penanaman tanaman, kesan kaku dilunakkan dengan pemberian beberapa glassblock.

6. Tampak Seperti Cetakan

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – tampak seperti cetakan

Bidang-bidang kotak, garis-garis lurus, dan warna yang senada membuat rumah minimalis terkesan kaku. Untuk “melembutkannya”, aplikasikan material asli buatan alam, salah satunya adalah batu alam. Kemajuan teknologi alat pemotong batu menghasilkan “varian-varian” baru jenis finishing batu alam. Contohnya finishing alur catur batu andesit pada dinding rumah ini. Jika dilihat dari kejauhan, batu andesit ini tampak seperti cetakan acian. Bentuknya yang menarik membuat tampilan rumah menjadi lebih bernyawa dan menjadi point of interest dari sebuah rumah.

7. Rumah Bernuansa Batu dan Kaca

dinding eksterior batu alam
dinding eksterior batu alam – rumah bernuansa batu dan kaca

Rumah bergaya miniamlis ini di-finishing batu alam pada seputaran dindingnya. Perpaduan batu alam yang berbeda warna membuat fasad rumah terlihat unik. Namun, dinding yang hampir sebagian besarnya batu dapat menyebabkan ruangan dalam rumah gelap. Oleh karena itu, perlu penambahan elemen kaca yang berbeda bentuk di beberapa sisi dinding rumah sebagai penghawaan dan pencahayaan. Dengan perpaduan kedua material tersebut membuat fasad rumah lebih menarik dan tampil berbeda.

Baca juga :

Macam – Macam Pola Pemasangan Batu Alam yang Dapat Menginspirasi Anda

21 Penerapan Batu Alam Untuk Desain Interior Rumah

Batu Alam Cirebon Terbaik Dan Kuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *