Macam – Macam Pola Pemasangan Batu Alam yang Dapat Menginspirasi Anda

Pola Pemasangan Batu Alam – Penggunaan batu alam sebagai elemen pembuatan sebuah rumah, gedung, ruko, dan lain-lain dapat membuat tampilannya menjadi lebih indah dan menarik. Batu alam memiliki beraneka ragam jenis dan karakter yang jika ditempatkan dengan sesuai maka akan terlihat selaras dengan desain bangunan.

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pola pemasangan batu alam?

Pola pemasangan batu alam tidak sembarangan, melainkan diperlukan keahlian dan teknik khusus. Mulai dari pemilihan desain pola pemasangan, proses pemasangan, tambahan aksesoris-aksesoris sebagai pemanis, proses finishing dari pemasangan, serta perawatan secara rutin yang harus dilakukan agar batu tidak mudah berlumut.

Saat ini pola pemasangan batu alam ada bermacam-macam, tergantung bagaimana alur dan coraknya. Masing-masing pola memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Semakin sulit batu tersebut dipasang, maka akan menghasilkan penampilan yang semakin unik.  Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun akan semakin tinggi.

Pola pemasangan batu alam yang diterapkan akan sangat menentukan penampilan dari batu alam itu sendiri. Tidak semua batu alam dapat dipasang dengan pola yang sama dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh ragam sifat fisik dan tekstur dari batu alam, karena masing-masing jenis batu alam memiliki tekstur yang berbeda.

Baca Juga : Contoh Aplikasi Batu Alam Wall Cladding Pada Rumah

Bagaimana pola pemasangan batu alam yang tepat dan menarik?

Berikut akan kami berikan beberapa tips dan pola pemasangan batu alam yang dapat menjadi referensi bagi anda.

1. Pola Acak

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Susunan batu alam dengan ukuran yang beragam dengan jumlah sudut yang terhitung sama yaitu lima sudut (segi lima) merupakan inti utama dari pola ini. Batu alam yang digunakan pun harus berbentuk segi lima. Biasanya pola seperti ini digunakan untuk dinding bagian luar rumah, seperti pagar. Namun, pola ini kurang cocok jika ditempatkan pada bidang yang luas karena akan memberikan kesan sempit. Pola pemasangan acak juga akan sangat baik jika digunakan untuk bagian aliran air kolam, karena akan memunculkan kesan gelombang air. Pola acak sangat cocok untuk rumah bergaya tropis dan mediterania. Jenis batu alam yang cocok untuk pola seperti ini di antara lain batu templek seperti baru salagedang, purwakarta, kebumen, curi, api, dan garut.

2. Pola Batu Brojol

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Ini adalah pola pemasangan yang berbahan dasar batu brojol, sehingga disebut dengan pola pemasangan baru brojol. Batu brojol memiliki dua jenis, yaitu batu brojol telur bebek dan dan super. Pola pemasangan ini sangat cocok untuk rumah yang bergaya tradisional karena akan memberikan kesan natural. Biasanya pola ini digunakan pada tempat-tempat peristirahatan seperti vila dan hotel yang letaknya jauh dari daerah perkotaan. Dinding dan pilar merupakan elemen bangunan yang banyak menggunakan pola pemasangan batu brojol.

3. Pola Koboi Bandung

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Nama koboi bandung memang terdengar sedikit unik dan entah mengapa pola ini disebut dengan “koboi bandung”. Namun, banyak yang menyebutkan jika pola ini pertama kali dipasang atau menjadi trend di kota kembang, Bandung. Pemasangan pola ini terkesan asal-asalan dengan ukuran batu yang berbeda-beda  tetapi pola yang dihasilkan tetap terlihat beraturan. Pola ini akan sangat cocok apabila diterapkan untuk rumah yang memiliki gaya tropis. Biasanya pola koboi bandung seperti ini menggunakan jenis baru purwakarta, batu salagedang, dan batu palimanan.

4. Pola Kombinasi

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Pemasangan pola kombinasi disusun dengan dua gaya, yaitu horizontal dan vertikal. Pola pemasangan seperti ini terlihat simple namun tetap terlihat berkelas. Oleh karena itu, pola seperti ini cocok diaplikasikan pada rumah bergaya tropis dan minimalis karena akan menghasilkan penampilan yang mewah. Jika pola acak tidak cocok untuk diaplikasikan pada bidang yang luas karena akan memberikan kesan sempit pada ruangan tersebut, berbeda dengan pola kombinasi ini. Pola kombinasi justru cocok untuk diaplikasikan pada bidang yang luas seperti dinding dan agar karena tidak terkesan monoton. Hampir semua jenis batu dapat digunakan untuk pola pemasangan kombinasi ini, tetapi jenis batu yang sering digunakan adalah batu purwarkarta, batu salagedang, dan batu garut.

5. Pola Lurus

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Sama dengan pola kombinasi, pola lurus pun memiliki dua macam alur, yaitu pemasangan secara horizontal dan secara vertikal. Pola lurus biasanya digunakan untuk bidang yang tidak terlalu luas , seperti pilar, dinding, pagar dan lain-lain. Pola seperti ini memberikan kesan yang rapi, teratur, dan simple sehingga akan sangat cocok jika diterapkan untuk rumah bergaya minimalis yang saat ini sedang menjadi trend. Jenis batu yang biasa digunakan untuk pola lurus antara lain batu candi, batu andesit, batu purwakarta, batu paras jogja, batu palimanan, batu sukabumi, dan lain-lain.

6. Pola Normal

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Ini merupakan jenis pola pemasangan yang paling umum digunakan. Pola ini menggunakan batu berukuran standar, yaitu 10 cm x 20 cm hingga 30 cm x 60 cm. Pola normal terdiri dari tiga macam, yaitu susun biasa, krei, dan susun b-plan. Pemasangan pola susun biasa sama seperti susunan bata merah. Pemasangan pola susun krei membentuk pola seperti krei dengan pertemuan nat yang sama. Sedang untuk pola pemasangan susun b-plan bisa seperti susun biasa maupun krei, perbedaanya terletak ada keempat sisinya yang telah dibentuk lebih rendah seperti diamond. Pola pemasangan normal cocok untuk digunakan pada rumah bergaya minimalis dan tropis.

7. Pola Susun Sirih

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Susun sirih terlihat seperti tumpukan daun sirih. Pemasangan pola ini cukup rumit dan sulit karena diperlukan ketelatenan dan kesabaran. Pola susun sirih ini memiliki tiga macam, yaitu susun sirih salagedang, susun sirih nat, dan susun sirih andesit. Sama seperti pola lurus, pola susun sirih akan lebih baik jika diaplikasikan pada bidang yang tidak terlalu luas seperti pilar. Atau jika ingin diaplikasikan pada bidang yang cukup luas sebaiknya dikombinasikan dengan pola yang lainnya. Selain itu, pola ini juga sering diaplikasikan pada kolam air (wall pond). Pola susun sirih ini paling cocok diterapkan pada rumah yang bergaya minimalis.

8. Pola Zig-Zag

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Zig-zag adalah pola pemasangan batu alam yang paling unik. Pola ini paling cocok diaplikasikan untuk bidang-bidang yang tidak terlalu luas. Ukuran batu yang digunakan pun harus sama agar terlihat simetris. Karena keunikannya ini, pola zig-zag sangat cocok apabila diaplikasikan pada tempat-tempat umum yang komersil seperti café, factory outlet, ruko, dan ruang tunggu.

9. Pola Buju Sangkar

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Pemasangan pola bujur sangkar menggunakan batu yang memiliki ukuran sama. Pola pemasangan ini memiliki dua macam, yaitu pemasangan sejajar atau pertemuan antara nat dan pemasangan diagonal. Sementara pemasangan diagonal berbentuk seperti wajik. Pola bujur sangkar biasanya diaplikasikan pada bidang-bidang yang luas. Jenis batu yang biasa digunakan untuk pola ini adalah batu candi, batu andesit, batu palimanan, batu sukabumi, batu purwakarta, dan lain-lain.

10. Pola Mozaik

pola pemasangan batu alam
pola pemasangan batu alam

Mozaik berupa kumpulan batu alam yang disusun dengan netting dan lem. Pola ini meniru mozaik keramik yang diaplikasikan untuk kamar mandi. Hampir semua jenis batu alam dapat di finishing dengan bentuk seperti ini. Elegan, klasik, dinamis, dan minimalis merupakan kesan yang terpancar dari mozaik-mozaik, seperti village, random, iglo, cubic, dragon, dan oriental. Bangunan seperti café, restoran, hotel, kantor, dan interior rumah sangat cocok menggunakan pola mozaik batu alam.

Apa saja tips pemasangan batu alam yang perlu diketahui?

Jika sudah menentukan pola pemasangan batu alam mana yang akan anda pilih, maka berikut adalah tips pemasangan batu alam yang perlu anda ketahui agar pengerjaannya tepat dan menghasilkan desain yang memuaskan.

1. Gunakanlah batu alam yang berukuran sama. Memang ada pola pola yang tidak mengharuskan menggunakan ukuran batu yang sama, namun apabila anda menggunakan batu alam dengan ukuran yang sama maka pemasangannya akan lebih mudah dan lebih cepat.

2. Belilah batu alam di showroom yang terpercaya. Biasanya showroom menyediakan pilihan batu alam yang mereka jual secara lengkap dalam katalog foto. Ini dapat mempermudah anda untuk mempertimbangkan batu mana yang akan anda pilih.

3. Gunakan jasa arsitek atau tukang bangunan jika diperlukan. Jika ragu memilih jenis batu alam dan pola pemasangannya, anda bisa menggunakan jasa arsitek atau tukang bangunan jika dana yang tersedia mencukupi. Tentu saja jika anda bisa mengerjakannya sendiri, biaya yang dikeluarkan akan lebih hemat.

4. Gunakan spesi dengan perbandingan yang seimbang antara semen dan pasir. Perbandingan yang paling tepat adalah 1 : 3 (semen : pasir). Jika biaya memungkinkan, anda bisa menggunakan jenis semen khusus yang lebih cepat kering dan berdaya rekat yang lebih tinggi.

5. Lebihkan jumlah pembelian batu alam. Dalam pemasangan batu alam biasanya ada batu yang tidak seragam atau rusak, sehingga pembeliannya dilebihkan sekitar 20% dari total pembelian yang telah direncanakan. Hal ini akan mencegah terhambatnya pengerjaan pemasangan batu alam jika jumlah batu yang dibutuhkan ternyata kurang.

6. Kerjakanlah dengan telaten dan sabar. Tidak perlu terburu-buru. Jika pemasangan batu alam dikerjakan dengan hati-hati maka hasil yang akan didapatkan pun akan sesuai dengan yang diinginkan.

7. Untuk pemasangan batu alam di bagian eksterior rumah, pastikanlah cuaca dalam keadaan cerah atau panas. Jika cuaca sedang mendung dan ada kemungkinan akan hujan, maka sebaiknya pengerjaan ditunda untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

8. Pekerjakan tukang yang sudah berpengalaman. Jika anda memutuskan untuk menggunakan jasa tukang, maka pilihlah tukang yang sudah berpengalaman dalam pemasanganan batu alam agar hasilnya bagus dan sesuai dengan yang anda inginkan.

9. Untuk pemasangan dengan batu koral sikat, sebaiknya dibuat dengan pola berurutan 1 m x 1 m terlebih dahulu. Hal ini dapat mencegah pengeringan awal mengingat pemasangan batu koral sikat membutuhkan batu yang lebih lama dibandingkan dengan jenis batu alam lainnya.

10. Coating. Setelah selesai pemasangan batu alam, jangan lupa untuk melapisinya dengan cairan coating. Coating berfungsi untuk melindungi batu dari cuaca ekstrim agar tahan lama. Selain itu, coating juga dapat membuat tampian batu menjadi lebih cantik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *